Skip to main content

Posts

Antara Aku, Darahku dan Indonesiaku

Indonesiaku dimana...? 73 tahun menyandangan status merdeka Dijajah...!! Dengan ini bersama tanah berdarah Krisis moral yang tak terarah Tangisan bangsa bercampur darah dan nanah Dimaki...!! Meraja tikus berdasi Mencekik dan memperkosa rakyat kecil yang tak sanggup lagi berdiri Perjuanganku telah lelah melangkahkan kaki Hukum...!! Bak singa tak pandai mengaum Tak gentar...!! Benar tetaplah benar Indonesiaku ini...?! Perjuanganku masih seperti dulu lagi Kami Pemuda yang kan menjagai Tak pandang siapa, tuk merdeka yang hakiki Merdeka...!! Merdeka atau Mati
Recent posts

Perang Salib dan Faktor-faktor Penyebab Terjadinya

Pembahasan A.     Pengertian Perang Salib      Perang Salib berasal dari Bahasa Arab yaitu “Harakat” yang berarti gerakan atau barisan, dan “Sholibiyyah” yang berarti kayu palang, tanda silang (dua batang kayu yang bersilang). Jadi perang salib adalah suatu gerakan (dalam bentuk barisan) dengan memakai tanda salib untuk menghancurkan umat Islam. Sedangkan dalam Ensiklopedia Islam Perang Salib ialah gerakan kaum Kristen di Eropa yang memerangi umat Islam di Palestina secara berulang-ulang, mulai dari  abad XI sampai abad XIII M. Untuk membebaskan Bait al-Maqdis dari kekuasaan Islam dan bermaksud menyebarkan agama dengan mendirikan gereja dan kerajaan Latin di Timur. Dikatakan Perang Salib, karena setiap orang Eropa yang ikut bertempur mengenakan tanda salib di dada kanan dan perisai mereka sebagai bukti kesucian dari cita-cita mereka. [1] B.      Latar Belakang terjadinya Perang Salib Perang Salib adalah perang terbes...

Kepemimpinan Wanita

A.   Pengertian Kepemimpinan        Kepemimpinan secara bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar ”pimpin” dengan mendapat awalan menjadi “memimpin” maka diartikan menuntun, menunjukkan jalan dan membimbing, dalam perkataan ini dapat disamakan pengertiannya dengan mengetahui, mengepalai, memandu dan melatih dalam arti mendidik dan mengajari supaya dapat mengerjakan sendiri. [1]        Hadari Nawawi membagi kepemimpinan menjadi dua pengartian yakni secara spiritual dan empiris. Secara spiritual, kepemimpinan harus diartikan sebagai kemampuan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT, baik secara bersama maupun perseorangan. Dengan kata lain kepemimpinan adalah kemampuan mewujudkan semua kehendak Allah SWT yang telah diberitahukan-Nya melalui rasul-Nya yang terakhir Muhammad saw. [2] Sementara secara empiris adalah kegiatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. [3] ...